pariwisata kabupaten sidoarjo

Warga Wage Tuntut Kades Turun Karena Dianggap Melanggar UU

  Dibaca : 712 kali
Warga Wage Tuntut Kades Turun Karena Dianggap Melanggar UU
PANAS : Ratusan warga menuntut Bambang Heri Setyono, Kades Wage Kecamatan mundur dari jabatannya. (fan)
space ads post kiri

Sidoarjo, Memo X.Com-Ratusan warga Desa Wage Kecamatan Taman menggelar unjuk rasa di depan balai desa setempat, Kamis (09/11/2017). Mereka menuntut Kades Bambang Heri Setiyono mundur dari jabatannya karena dinilai melanggar UU.

Meski tuntutannya tergolong berat, namun unjuk rasa yang diikuti ratusan peserta itu berjalan lancar. Hal itu disebabkan karena Korlap aksi selalu melakukan koordinasi dengan aparat keamanan Polsek dan Koramil Taman. Walaupun cuaca terasa panas, aksi warga tetap terkekendali. Mereka terus menyuarakan tuntutan perbaikan atas perilaku Kades yang dinilai melanggar Undang-Undang, diantaranya adalah tindakannya mengalih-namakan lapangan bola Dewata Desa Wage Taman menjadi Alun -Alun Wage tanpa musyawarah dengan tokoh masyarakat, karang taruna, BPD dan LPMD setempat.

Selain itu, warga juga menuntut pertanggung-jawaban Bambang Heri atas tindakannya mengeluarkan surat keterangan tanah untuk pembangunan Masjid “ Syifaa’ul Qolbi” berlokasi di Jalan DPU RT.03 – RW.01 Desa Wage yang semula seluas 100 meter persegi menjadi 465 meter persegi sehingga ada dugaan sebagian mempergunakan tanah makam.

Warga juga mengeluhkan dugaan adanya pungutan liar pembuatan sertipikat prona. Pasalnya dalam satu bidang tanah warga ditarik antara sebesar 2 juta rupiah hingga 15 juta rupiah melalui notaris Sidoarjo. Pungutan prona tersebut ada dugaan dikendalikan oleh Kepala Desa.

Demo menjadi reda, setelah digelar pertemuan yang dipimpin Camat Taman Ali Sabrini. Dialog diikuti perwakilan warga, Korlap Chrismas Andik dan Kades Bambang Heri Setiyono.

Dalam pertemuan yang berlangsung cukup a lot, Bambang Heri mengakui kesalahannya dan akan melibatkan lembaga dalam mengambil keputusan terkait dengan pembangunan desa.

Chrismas Andik Copricorniawan, koordinator unjuk rasa mengatakan, bahwa Kades Wage Bambang Heri Setiyono sudah sangat tidak layak untuk memimpin, karena, sudah tidak ada perhatian sama sekali kepala masyarakatnya. “Bambang Heri sering kali menyalah-gunakan wewenangnya selaku Kades Wage, kami meminta agar segera diberhentikan sekarang juga,” kata Andik saat diwawancari wartawan.

Pihaknya juga bakal menggelar aksi unjuk rasa lanjutan jika tuntutannya tidak dipenuhi. “Dalam waktu beberapa hari ke depan jika tidak ada perubahan, maka kami akan menggelar aksi unjuk rasa yang lebih besar,” ungkapnya. (fan/ono)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional