pariwisata kabupaten sidoarjo

120.000 Warga Sidoarjo Masih Menganggur, Disnakertrans Gelar BKT

  Dibaca : 590 kali
120.000 Warga Sidoarjo Masih Menganggur, Disnakertrans Gelar BKT
BURSA: Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin mengecek kondisi Bursa Kerja Terbuka (BKT) Tahun 2017 yang diikuti 56 perusahaan di lapangan Indoor GOR Sidoarjo, Kamis (12/10/2017).
space ads post kiri

Sidoarjo, Memo X – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemkab Sidoarjo membuka Bursa Kerja Terbuka (BKT) di lapangan Indoor GOR Sidoarjo, Kamis (12/10/2017). Hal ini disebabkan angka pengangguran di Sidoarjo masih cukup tinggi yakni mencapai 120.000 orang atau sekitar 6,8 persen dari jumlah penduduk di Sidoarjo yang mencapai 2,5 juta orang. Jumlah pengangguran itu, sudah termasuk lulusan SMA dan SMK yang baru lulus Tahun 2017 sekitar 20.000 sampai 21.000 orang.

“BKT hari ini yang kedua. Karena Mei 2017 kemarin juga dibuka BKT. Ini untuk mengurangi angka pengangguran di Sidoarjo,” terang Sekretaris Disnakertrans, Arif Makin kepada Memo X, Kamis (12/10/2017).

Lebih jauh, Arif menguraikan jika di Sidoarjo meski masuk daerah urban dan menjadi target para pencari kerja, akan tetapi pengangguran masih banyak angkanya di atas rata-rata angka pengangguran nasional dan Jawa Timur. Namun demikian Disnakertrans tidak tinggal diam. Selain melaksanakan BKT setahun 2 kali juga bakal membuka Balai Latikan Kerja (BLK) di Tulangan yang merupakan bantuan pemerintah pusat.

“BLK insyaallah dioperasikan tahun depan. Tapi, kami juga menempatkan siswa magang dan lainnya untuk mengurangi angka pengangguran. Termasuk di BLK akan dibuka disesuaikan dengan kebutuhan dan keterampilan sesuai peluang perusahaan,” imbuhnya.

Wabup Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin menguraikan jika BKT itu agar hubungan industrial yang harmonis. Penempatan pekerjaan dan jabatan harus mempertimbangkan sesuai kemampuan. Apalagi, kesempatan pekerja sama sesuai kemampuan dan minat.

“Penurunan pengangguran tetap turun karena 2 kali setahun digelar BKT. Jumlah perusahaan naik dari 50 perusahaan sekarang 56 perusahaan. Sekarang kebih besar dari kemarin. Perusahaan yang ikut dan pesertanya lebih banyak untuk pengembangan kewirausahaan. BKT mengurangi angka pengangguran di Sidoarjo. Yang baru lulus harus diakomodir,” ucapnya.

Selama ini, kata Cak Nur masalahnya gaji normatif harus naik terus. Oleh karenanya Dinas, Pengusaha dan Serikat Buruh bersinergi agar gaji sesuai peraturan.

“Jadi Investasi berjalan dengan baik,” pungkasnya. (wan/yan)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional