pariwisata kabupaten sidoarjo

Siswa MI Al Abror Kalikajang Berjibaku Tempuh Jalan Setapak Menuju Sekolah

  Dibaca : 503 kali
Siswa MI Al Abror Kalikajang Berjibaku Tempuh Jalan Setapak Menuju Sekolah
TERPENCIL - MI Al Abror yang ada di Dusun Kalikajang, Desa Gebang, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo butuh uluran tangan Pemkab Sidoarjo karena jalan menuju sekolah mereka hanya melalui pematang tambak berjarak 1 kilometer hingga 3 kilometer, Rabu (27/09/2017).
space ads post kiri

Melongok Sekolah Terpencil di Sidoarjo

Sidoarjo, Memo X – Sejumlah sekolah di Sidoarjo terutama yang ada di daerah terpencil kondisinya memprihatinkan. Selain bangunan sekolah yang belum memadai juga kondisi jalan menuju sekolah yang sangat memprihatinkan. Bahkan untuk menuju sekolah siswa dan siswi harus berjuang keras agar dapat menempuh ilmu itu. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Abror di Dusun Kalikajang, Desa Gebang, Kecamatan/Kabupate Sidoarjo misalnya, akses jalan menuju sekolah ini hingga kini masih berupa pematang tambak.

Oleh karenanya jalan menuju sekolah ini membutuhkan uluran tangan Pemkab Sidoarjo agar siswa dan guru lebih mudah menuju lembaga pendidikan itu.

Untuk menuju sekolah ini, satu-satunya akses jalan di daerah terpencil ini masih menggunakan akses jalan setapak berupa pematang tambak. Kondisi ini membuat para siswa dan siswi seringkali terpeleset dan terjatuh saat musim hujan saat hendak menuju sekolah mereka untuk menimbah ilmu. Hal ini disebabkan kondisi jalan yang sempit dan licin. Akibatnya banyak siswa dan siswi terpaksa berjalan kaki sejauh 1 hingga 3 kilometer untuk menuju sekolahnya itu agar lebih aman.

“Kondisi sekolah kami ya seperti ini. Ada di tengah-tengah area tambak dengan akses jalan yang sangat minim. Sulit dijangkau jika menggunakan transportasi jenis roda empat. Menggunakan roda dua saja sangat sulit kalau musim hujan,” terang Kepala MI Al Abror Kalikajang, Makin Nun Amin kemarin.

Bagi Makin Nun Amin untuk menuntut ilmu, warga serta para siswa dan siswi di wilayah terpencil ini masih menggunakan akses jalan setapak area tambak dengan ukuran lebar 50 centimer. Oleh karenanya, tidak jarang para siswa dan siswi terjatuh dari sepeda di setiap musim hujan tiba lantaran akses jalan setapak licin dan becek dialiri air hujan. Karena takut terjatuh akibat jalan licin, para siswa dan siswi terpaksa berjalan kaki.

“Meski jarak dari rumah mereka ada yang satu kilometer hingga tiga kilometer menuju sekolah, tapi kondisi ini sudah dilakukan bertahun-tahun tanpa ada penanganan khusus dari Pemkab Sidoarjo,” imbuhnya.

Padahal, lanjut Makin Nun Amin kondisi itu sudah dilaporkan ke Pemkab Sidoarjo. Akan tetapi, hingga kini belum ada tanggapan sama sekali. “Kami sangat berharap semoga yang berwenang (pejabat Pemkab Sidoarjo) bisa memperhatikan sebagian anak didik yang terpencil ini, agar mereka bisa belajar maksimal,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Kasek jika peminat siswa baru ini setiap tahun mengalami penurunan. Saat ini Kelas I hingga Jelas VI hanya sebanyak 27 siswa. Hal ini disebabkan banyak faktor yang mempengaruhi. Salah satunya disinyalir karena program KB yang sudah berjalan dengan baik. Selain itu, warga ingin mencari kondisi sekolah yang lebih baik daripada disini yang minim air bersih. Tapi kalau akses jalan diperbaiki, kemungkinan juah siswa naik terus setiap tahunnya,” pintanya.

Padahal, kata Makin Nun Amin, akses jalan setapak di atas area pertambakan menuju sekolah ini, selain dikeluhkan siswa juga sangat dikeluhkan masyarakat umum. Karena Dusun Kalikajang Desa Gebang ini meski masuk wilayah Kota Sidoarjo. Akan tetapi masih masuk kawasan terpencil. Hal ini disebakan sarana dan prasarana transportasi dari Pemkab Sidoarjo menuju kampung itu belum terealisasi. “Kalau dilihat dari anggaran daerah Sidoarjo yang mencapai miliaran rupiah setiap tahun, sepertinya tidak pantas jika Sidoarjo masih memiliki daerah tertinggal dan terpencil,” ungkapnya.

Sementara keluhan yang sama diungkapkan para siswa. Mereka mengaku tidak ada pilihan lain, selain bersekolah dengan melewati akses jalan setapak di area pertambakan itu. Hal ini demi menuntut dan menimba ilmu. “Selama ini, kami sudah terbiasa melintasi akses jalan setapak itu. Tapi saat musim hujan jalan menjadi licin. Saat musin kemarau juga sulit untuk lalui dengan naik sepeda,” pungkas salah satu siswa, MI Al Abror Kalikajang, Muh Ardian Muzzaki. (wan/ono)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional