pariwisata kabupaten sidoarjo

SMP Musasi Terapkan Sistem Pendidikan Model OLA

  Dibaca : 520 kali
SMP Musasi Terapkan Sistem Pendidikan Model OLA
MODEL OLA – Siswa SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo (Musasi) saat mengikuti sistem pendidikan model Outdoor Learning Activity (OLA), Selasa (19/09/2017).
space ads post kiri

Sidoarjo, Memo X– Program penerapan model pembelajaran Outdoor Learning Activity (OLA) atau pembelajaran diluar kelas yang sudah diterapkan dua tahun terakhir oleh SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo (Musasi) dinilai cukup efektif untuk menunjang penguatan pendidikan karakter peseta didik. Hal ini untuk mendidik siswa agar bisa mandiri sekaligus menumbuhkan jiwa enterpreunership para siswa.

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo, Aunur Rofiq mengatakan sistem pendidikan OLA merupakan satu pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah secara learning by doing. “Dengan OLA, anak-anak sangat antusias, karena mereka belajar dengan cara menemukan sesuatu,” terangnya kepada Memo X, Selasa (19/09/2017).

Lebih jauh Aunur menguraikan, sistem OLA mendorong indeks prestasi melejit hingga 100 persen. Menurutnya, pada 2017 ada beberapa program OLA yang sudah dan akan dilakukan, diantaranya home stay di pesantren di Kemuning, Mojokerto selama tiga hari. “Antusias siswa dan siswi kami meningkat sehingga mudah menerima pelajaran,” imbuhnya.

Sementara Waka Kurikulum SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo, Erna Herawati menegaskan OLA di Tahun 2017 akan dilakukan pada mata pelajaran seni (batik) serta adanya pertukaran siswa dengan siswa di Gresik. Menurutnya, untuk kelas 7 sains projectnya membuat minuman herbal pada Oktober 2017, disusul sains project pembuatan design rumah dan pembuatan film dengan tiga bahasa.

“Jadi kelebihan OLA yang sudah diterapkan mendorong dan motivasi siswa, karena menggunakan setting alam terbuka sebagai kelas yang memberikan dukungan proses pembelajaran menyeluruh dan dilakukan dengan gembira serta menyenangkan. Sehingga tercipta suasana pembelajaran menyenangkan karena dapat berekspresi menciptakan suasana belajar seperti bermain,” ungkapnya.

Selain itu, para siswa juga melihat peristiwa di lapangan sebagai sumber belajar untuk mengasah aktivitas fisik dan kreativitas siswa dalam memberikan kontribusi terhadap perkembangan fisik dan mental siswa. Hal yang lebih penting lagi adalah meningkatkan kesadaran siswa terhadap sikap dan perilaku mencitai lingkungan sekitar.

“Karena terjadi hubungan timbal balik antara mereka (siswa) dan lingkungan,” pungkas. (wan/ono)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional