pariwisata kabupaten sidoarjo

Ratusan Siswa dan Dewan Guru SMAMITA Saksikan Film Nyai Dahlan

  Dibaca : 385 kali
Ratusan Siswa dan Dewan Guru SMAMITA  Saksikan Film Nyai Dahlan
SERIUS - Sekitar 606 siswa dan siswi serta 38 guru dan karyawan SMAMITA menyaksikan pemutaran Film Nyai Dahlan di Cinema 21 City Of Tomorrow (Cito) Waru, Kabupaten Sidoarjo, Senin (28/08/2017).
space ads post kiri

Sidoarjo, Memo X– Sebanyak 606 siswa dan siswi serta 38 guru dan karyawan SMA Muhammadiyah I Taman (SMAMITA), Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo menggelar acara belajar di luar ruang kelas. Mereka diajak ke studio Cinema 21 untuk menonton Film Nyai Dahlan. Dalam acara itu, pihak sekolah tidak hanya menggunakan satu studio, akan tetapi, dari 5 studio yang ada di Cinema 21 itu, yang digunakan 4 studio. Yakni Studio 2, 3, 4 dan Studio 5. Bahkan sejumlah guru mengalah duduk di tangga naik kursi penonton film itu. “Ini salah satu pembelajaran diluar kelas yakni melihat Film Nyai Dahlan yang penuh inspiratif perjuangan perempuan sesuai pelajaran Sejarah dan Kemuhammadiyahan,” terang Kepala SMAMITA, Zainal Arif Fakhrudi kepada Memo X, Senin (28/08/2017).

Selain itu, pria yang akrab dipanggil Arif ini menguraikan pemutaran Film Nyai Ahmad Dahlan tidak hanya sesuai dengan mata pelajaran Kemuhammadiyahan, akan tetapi juga karena siswa, siswi, guru dan karyawan sangat mencintai Muhammadiyah. Menurutnya, siswa dapat belajar perjuangan tokoh Muhammadiyah dalam kemajuan bangsa serta penyetaraan gender. “Hari ini semua pelajaran kelas dipindah di mall. Karena siswa dan siswi juga diminta meresum film itu agar mengerti dan memahami artikulasi perjuangan Nyai Dahlan yang sudah ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional itu,” tegasnya.

Sementara salah seorang pelajar, Zulfa Anida mengaku senang bisa mendapatkan kesempatan melihat film perjuangan kaum perempuan itu. Siswa kelas 12 IPA 3 ini menilai film itu mengajak perempuan ikut berjuang dan adanya kesetaraan gender. Salah satunya perempuan harus menuntut ilmu tidak hanya sekedar mengerjakan pekerjaan rumah. “Film dokumenter ini sangat memberi inspirasi (inspiring) untuk makin giat belajar dan mendukung pelajar menuntut ilmu secara maksimal. Karema dulu sekolah susah tokoh Muhammdiyah masih mau sekolah. Sekarang sekolah mudah harus maksimal,” pungkasnya. (wan/ono)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional