pariwisata kabupaten sidoarjo

Delapan Tersangka Pungli Prona Tahanan Kota

  Dibaca : 471 kali
Delapan Tersangka Pungli Prona Tahanan Kota
DIPERIKSA: Sebanyak 8 tersangka kasus dugaan korupsi pungutan liar (Pungli) Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) termasuk Kades dan Sekdes dalam program PTSL di Desa Ploso, Kecaman Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (03/08/2017).
space ads post kiri

# Termasuk Kades, Sekdes dan Perangkat

Sidoarjo, Memo X Sebanyak 8 tersangka dan berkas kasus dugaan korupsi pungutan liar (Pungli) Proyek Operasi Nadional Agraria (Prona) dalam program Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap (PTSL) dilimpahkan tim penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, Kamis (03/08).

Dalam pelimpahan itu, kedelapan tersangka langsung menjalani pemeriksaan di ruang Pidana Khusus (Pidsus), Kejari Sidoarjo hingga petang.

Selain berkas dan delapan tersangka yang diserahkan ke JPU sejumlah barang bukti dokumen dan uang total senilai Rp 521 juta.

Namun kedelapan tersangka itu, tidak ditahan oleh tim JPU. Hanya saja, kedelapan tersangka ini menyandang tahanan kota. Meski sebelumnya saat proses penyidikan di Unit Tipikor, Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo kedelapan tersangka ini tidak ditahan sama sekali.

Kedelapan tersangka itu diantaranya Saiful Efendi (Kepala Desa Ploso) dan Abdul Rofiq (Sekdes Ploso). Selain itu ada 6 tersangka lainnya yakni Moch Ali Imron, Basuki, Muhammad Fuadz Rosyadi, Mochammad Ja’far, Samsul, dan Siti Rosyidah. Keenam tersangka ini sebagai perangkat Desa Ploso dan Panitia PTSL Desa Ploso.

“Pertimbangan kami berikan tahanan kota agar pemerintahan desa tetap berjalan dan PTSL tetap diselesaikan kedelapan tersangka kami jadikan tahanan kota agar masih bisa menyelesaikan tugas-tugasnya di desa,” terang Kepala Kejari Sidoarjo, M Sunarto kepada Memo X, Kamis (03/08/2017).

Lebih jauh Sunarto yang juga mantan Aspidsus Kejati Gorontalo ini menguraikan berkas dan tersangka pungli Prona itu bakal langsung dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jawa Timur di Juanda, Sidoarjo besok, Jumat (4/8/2017). Hal itu agar perkara itu bisa segera disidangkan dan cepat ada keputusan hukum yang jelas.

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional