pariwisata kabupaten sidoarjo

Pangkalan Elpiji Oplosan Digerebek

  Dibaca : 230 kali
Pangkalan Elpiji Oplosan Digerebek
Pangkalan Elpiji Oplosan Digerebek
space ads post kiri

* Pengusaha Untung Rp 16 Juta per Hari

Satreskrim Polres Sidoarjo menggerebek rumah kontrakan milik AN di Desa Wilayut, Kecamatan Sukodono yang digunakan untuk mengoplos elpiji bersubsidi ke non subsidi.

Penggerebekan dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Wahyudin Latief dihadiri Kapolres Sidoarjo AKBP Muh Anwar Nasir, Rabu (03/02).

Kapolres menjelaskan, pada saat dilakukan penggerebekan petugas hanya mendapati sembilan pekerja yang menjadi anak buah AN selaku pemilih rumah kontrakan.

“Pekerja tersebut ditugasi AN untuk mengoplos tabung elpiji subsidi seberat 3 kilogram ke dalam tabung elpiji 12 kilogram dan 50 kilogram,” katanya.

Ia mengemukakan, usaha ilegal yang dilakukan oleh AN telah beroperasi sejak tujuh bulan lalu di mana rumah kontrakan ini sengaja dijadikan tempat untuk mengoplos elpiji setelah mendapatkan banyak tabung elpiji 3 kilogram di pasaran. 

“Setelah mendapatkan tabung elpiji 3 kilogram kemudian isinya dipindahkan ke tabung 12 kilogram dan 50 kilogram,” katanya.

Dia mengatakan, pelaku AN juga telah mengumpulkan tabung elpiji kosong 12 kilogram dan 50 kilogram di pasaran untuk diisi gas dari tabung elpiji subsidi 3 kilogram.

“Dari hasil oplosan tersebut, AN meraup keuntungan sekitar Rp16 juta per hari. Keuntungan tersebut didapat karena harga elpiji subsidi tabung 3 kilogram di pasaran masih terjangkau dengan harga sekitar Rp20 ribu,” katanya.

Menurutnya, untuk mengisikan di tabung 12 kilogram AN hanya membutuhkan biaya Rp80 ribu untuk empat kali pengisian gas.

“Sedangkan harga tabung elpiji 12 kilogram di pasaran Kabupaten Sidoarjo seharga sekitar Rp133 ribu untuk setiap tabungnya,” katanya.

Dalam penggerebegan tersebut, petugas berhasil mengamankan ratusan botol elpiji untuk digunakan sebagai barang bukti, diantaranya 371 tabung elpiji 3 Kg dalam keadaan, 290 tabung 3 kg keadaan kosong, 27 tabung 12 kg berisi, 9 tabung ukuran 12 kg keadaan kosong dan 43 tabung ukuran 50 kg keadaan isi, 20 buah alat pen untuk memindah isi, 26 regulator dan 9 buah segel tabung ukuran 50 Kg.

Petugas juga mengamankan i unit sepeda motor roda tiga Nopol L9731GC, 1 unit mobil box Grandmax Nopol L 9910 VA. 1 unit mobil pick up Grandmax Nopol W 9337 NJ.

Elpiji dipindahkan dengan alat regulator ke tabung ukuran 12 Kg dan ukuran 50 Kg. “ Setiap harinya para pekerja ini dapat memproduksi puluhan hingga ratusan tabung gas elpiji ukuran 12 Kg dan 50 Kg. AN yang memasarkan sendiri elpiji di Sidoarjo dan Surabaya,” tambah Muh Anwar Nasir.

AN lebih banyak memasarkan barang ilegalnya ke minimarket dan restorant. Atas perbuatanya, pelaku akan dijerat dengan pasal 23 UU No 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas dengan ancaman 4 tahun penjara. (ari/hir)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional