pariwisata kabupaten sidoarjo

PJTKI Ilegal Bungurasih Dibongkar

  Dibaca : 381 kali
PJTKI Ilegal Bungurasih Dibongkar
SINDIKAT : Satreskrim Polres Sidoarjo berhasil membongkar sindikat pemalsuan surat untuk memberangkatkan TKI ilegal ke Malaysia. (Memo X/wahyudin tohir)
space ads post kiri

* Jaringan Malang-Situbondo-Lamongan

Satreskrim Polres Sidoarjo membongkar sindikat pemalsuan dokumen yang selama ini dimanfaatkan untuk memberangkatkan TKI ilegal.

Anggota sindikat itu adalah Sanawi Hasan (43) warga Desa Sumberrejo, Situbondo; Marjani (51) warga Desa Ampelgading, Kabupaten Malang dan Sudiono (38) warga Desa Guntingan, Lamongan. Ketiga tersangka ditangkap di Komplek Ruko Taman Bungurasih.

Penangkapan ini bermula ketika anggota mendapat laporan dari masyarakat bahwa di komplek Ruko Taman Bungurasih No Kav No 15 diduga sebagai tempat penampungan TKI Ilegal yang akan ditempatkan di luar negeri. Setelah anggota mengecek komplek tersebut didapati 27 TKI yang siap diberangkatkan ke Malaysia.

“Setelah anggota melakukan mengecekan dkumen perusahan, ternyata dokumen tersebut diduga palsu. Tersangka juga melakukan pemalsuan paspor, KTP, akte kelahiran, ijazah, KK dan buku nikah PJTKI ini tanpa ijin dari Menteri Tenaga Kerja,” terang Kapolres Sidoarjo AKBP Muh Anwar Nasir .

PJTKI ilegal ini sudah beroperasi sejak 7 bulan yang lalu. Tersangka Sanawi Hasan sebagai pemilik tempat penampungan TKI, Marjani sebagai petugas lapangan untuk mencari warga yang mau di pekerjakan di luar Negeri.

Sedangkan Sudiano berperan sebagai pembuat paspor, KTP dan Akte palsu. Dia juga yang membuat laporan kehilangan dari kepolisian.

“Dari tangan tersangka anggota berhasil mengamankan barang bukti 75 paspor, 17 KTP, 29 akte kelahiran, 3 ijasah, 3 surat perjalanan laksana paspor, 31 Kartu Keluarga, 2 buku nikah, 2 bendel perjanjian sewa kontrak Ruko KV, No 15 Taman Desa Bungurasih dari tersangka Sanawi.

Sedangkan di tersangka Sudiono didapat BB, 1 Laptop, 1 Flasdisk,1 printer Epson, uang tunai Rp 62 juta, 6 buah stempel, 2 bak tinta, 1tinta stempel merah. 8 akte kelahiran, 42 surat laporaan kehilangan, 59 Paspor, 10 buku Nikah,11 berkas surat perjalanan laksana paspor, 2 ijasah SD, 1 buah Ijasah MTS.

“ Atas perbuatanya, ketiga tersangka terancam pasal 102 ayat 1, No 39 tahun 2004,atau pasal 264 ayat 2 sub, 263 tentang pemalsuan surat, dengan ancman hukuman 6 tahun penjara,“ tutupnya. (hir)   

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional