pariwisata kabupaten sidoarjo

DPRD Sidoarjo Stop Ijin Karaoke

  Dibaca : 304 kali
DPRD Sidoarjo Stop Ijin Karaoke
space ads post kiri

* Dari 22 Karaoke Hanya 3 yang Berijin

DPRD Sidoarjo merekomendasi agar eksekutif tidak menerbitkan ijin  berdirinya karaoke baru. Hal itu ditegaskan Ketua DPRD Sidoarjo H.Sulamul Hadi Nurmawan  saat memimpin rapat yang diikuti anggota Komisi A, Komisi B dan Komisi, GP Ansor dan Instansi terkait.

TEGAKAN PERDA: Ketua Cabang GP Ansor Sidoarjo Slamet Budiono mendukung langkah Pol PP untuk melakukan razia rumah Karaoke yang menjual  minumal  ber-alkohol dan menyiapkan wanita pemandu lagu

TEGAKAN PERDA: Ketua Cabang GP Ansor Sidoarjo Slamet Budiono mendukung langkah Pol PP untuk melakukan razia rumah Karaoke yang menjual  minumal  ber-alkohol dan menyiapkan wanita pemandu lagu

Rekomendasi itu ditelorkan agar keberadaan karaoke di Sidoarjo tidak semakin liar dan karaoke yang melanggar akan mendapat sanksi dari penegak Perda. “Selain  tidak memberikan ijin baru tempat karaoke, karaoke lama juga tidak boleh menyediakan   minuman beralkohol,” tegasnya.

Menurut Wawan, sapaan akrab Sulamul, di wilayah  Sidoarjo terdapat 22  rumah karaoke. Dari jumlah itu, hanya  3 rumah  karaoke yang mengantongi ijin lengkap dan layak operasi.

Ungkapan yang sama dikatakan  Suprihatin,  PNS  Dinas Pariwisata, Budaya dan Olahraga (Dispora) Pemkab Sidoarjo yang mengikuti hearing di gedung DPRD Sidoarjo. Menurutnya,  data yang dimiliki Dispora, jumlah keseluruhan tempat karaoke yang terdata di dinasnya berjumlah 22 tempat dan  ijinya karaoke keluarga. Dari jumlah itu  yang ijinnya lengkap hanya 3 sedangkan yang lain belum melengkapi ijin.

Lebih lanjut Suprihatin  menyatakan   dalam perijinan juga  sudah dicantumkan dalam  tanda usaha pawisata tidak boleh menyediakan minumal beralkohol kadar berapapaun dan tidak boleh menyediakan pemandu lagu.

Data tersebut diungkapkan oleh Suprihatin dari Dinas Pariwisata, Budaya dan Olahraga (Dispora) Pemkab Sidoarjo. Dia juga menegaskan jika, Sesuai data yang dimiliki Dispora, jumlah keseluruhan tempat karaoke yang terdata di dinasnya berjumlah 21 tempat karaoke yang ijinya karaoke keluarga. ” Dari 21 itu yang ijinnya lengkap hanya 3 yang layak sesiai aturan terbaru untuk diperbolehkan beroperasional,” tambahnya.

Sementara itu,  Kepala Sat Pol PP Kabupaten Sidoarjo Mulyawan mengatakan, pihaknya siap melakukan tindakan tegas. Namun sebelum bertindak, pihaknya harus memiliki data dari kedua SKPD ini.  Yaitu Dinas Perijinan dan Dispora. “Kita tunggu datanya dari dua SKPD itu, jika diperlukan, secepatnya Pol PP akan menggelar razia, beroperasi dan mendatangi tempat karaoke untuk mengecek terkait ijin  yang dimiliki oleh tempat karaoke yang bersangkutan. Juga  peredaran miras serta penyediaan wanita pemandu lagu, ” janjinya.

Janji Pol PP untuk melakukan razia diamini  Ketua Cabang  GP Ansor Sidoarjo Slamet Budiono . Menurutnya Pol PP sebagai penegak Perda hendaknya segera melakukan razia.  Pasalnya belakangan ini  banyak rumah karaoke yang menjual Miras dan menyediakan Purel. Ini sudah melanggar Perbup tahun 2013, terkait dengan operasional rumah Karaoke. “Masak dari 21 rumah Karaoke,  hanya 3 yang memiliki ijin lengkap. Dan Satpol PP kok mendiamkan 19 yang tidak memenuhi ijin itu,” tutupnya.(hir/fan)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional