pariwisata kabupaten sidoarjo

Karaoke Pasar Wisata Pekerjakan Siswi ABG

  Dibaca : 522 kali
Karaoke Pasar Wisata Pekerjakan Siswi ABG
PEMANDU BELIA : Petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol PP melakukan operasi gabungan dengan sasaran rumah karaoke Raja Cafe dan Cafe Angkringan di Pasar Wisata Tanggulangin (Memo X/agus hp)
space ads post kiri

* Belum Kantongi Ijin Operasional

Menjamurnya rumah karaoke, tidak hanya dalam kota Udang, Sidoarjo, melainkan menyebar hingga tingkat pedesaan. Seperti halnya lokasi karaoke yang terletak di Perum Pasar Wisata, Desa Kedensari,Kecamatan Tanggulangin. Dan untuk menjaring pengunjung, pemilik cafe menyediakan pemandu lagu usia ABG (Anak Baru Gede).

Keberadaan ABG yang masih berstatus pelajar ini terbongkar ketika petugas gabungan TNI-Polri dan Satol PP Kecamatan Tanggulangin melakukan operasi penertiban.

Di dua sasaran, petugas gabungan dikejutkan dengan ditemukannya 2 pemandu lagu berusia belia. Yakni di rumah karaoke Raja Coffee dan cafe Angkringan. Selain berkedok berjualan kopi, mereka para pemilik juga menyediakan fasilitas room untuk berkaraoke.

Pasca operasi razia yang dilakukan petugas gabungan pada hari Rabu 20 Januari 2015 lalu, pelajar nyambi kerja sebagai pemandu beralasan sengaja bekerja untuk tambahan uang saku sekolah.

Selain menjaring puluhan pemuda ABG, petugas gabungan Polri -TNI dan Satpol PP juga menyisir setiap ruang karaoke di tempat tersebut.

Camat Tanggulangin,Sentot Kunmardianto menjelaskan, keberadaan dua cafe yang berada di wilayah kerjanya akan ditindak-lanjuti. Pihaknya akan memanggil pemiliknya terkait perijinannya.

”Mereka mengatongi ijin atau tidak, kami belum tahu secara pasti Jika nantinya ditemukan, pemilik warung dan cafe tidak mengantongi ijin akan ditindak lebih lanjut, “ ucapnya.

Sementara itu, Kasi Trantib Tanggulangin, Arie Prabowo menjelaskan, Raja Coffee sudah lama mengatongi ijin (SIUP), untuk menjual makanan serta minunan.

Itupun pemiliknya juga memiliki ijin restonya. Sedangkan P2R, Perijinan Pemanfaatan Ruang masih dalam proses IMB (Ijin Mendirikan Bangunan).

“Memang fasilitas yang dipergunakan sekarang ini di lahan Pengairan (pelengsengan) dan tidak ada larangan. Akan tetapi, misalnya PU Dinas Pengairan melakukan normalisasi, pemilik Raja Coffee tidak akan meminta ganti rugi. Itupun, sudah dibuatkan surat pernyataan. Sebaliknya cafe Angkringan belum mengatongi ijin P2R nya, padahal P2R itu sangat penting untuk proses persyaratan pengurusan di Dinas Perijinan Kabupaten Sidoarjo, “ terangnya. (gus)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional