pariwisata kabupaten sidoarjo

MUI Tolak Karaoke Happy Pupy

  Dibaca : 292 kali
MUI Tolak  Karaoke Happy Pupy
space ads post kiri

* Rencana Operasi di Lahan Milik Pemkab Sidoarjo

Geliat tempat hiburan yang memanfaatkan lahan milik Pemkab Sidoarjo semakin menyebar. Satu ditutup yang lain membuka kegiatan di lahan yang baru. Seperti karaoke Happy Pupy yang dalam waktu dekat bakal segera beroperasi di Sun City Mall, Jalan Pahlawan Sidoarjo.

HARGA MATI : Pengurus MUI Sidoarjo menolak keras  rencana beroperasinya Karaoke di Sun City Mall, lahan milik Pemkab Sidoarjo. (MemoX/wahyudin tohir)

HARGA MATI : Pengurus MUI Sidoarjo menolak keras rencana beroperasinya Karaoke di Sun City Mall, lahan milik Pemkab Sidoarjo. (MemoX/wahyudin tohir)

Menanggapi rencana pembukaan beroperasinya tempat hiburan di lahan milik Pemkab Sidoarjo tersebut, MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Sidoarjo menyatakan penolakan.

Ketua MUI Sidoarjo KH Drs A.Hambali Zuhdi mengatakan, tempat karaoke yang berdiri di tanah milik Pemkab Sidoarjo jelas-jelas menyalahi aturan. “Kami seluruh pengurus MUI menolak keras karaoke Happy Pupy ini di lahan milik Pemkab,” katanya.

Pasalnya dalam MoU antara Pemkab dengan pengusaha disebutkan,
tanah milik Pemda Sidoarjo yang terletak di komplek Sun City tidak boleh dikontrakkan untuk tempat hiburan malam sejenis tempat karaoke.

Sebenarnya, penolakan terhadap berdirinya tempat hiburan malam bukan saja yang berdiri di lahan milik Pemkab, tetapi juga terhadap karoke lain yang belakangan ini terus menjamur. “Hiburan malam karaoke bisa merusak generasi muda. Berdasarkan temuan MUI di tempat karaoke juga dijual minuman keras dan tempat hiburan tersebut juga menyediakan wanita pemandu lagu,’’ucap KH Hambali.

Pernyataan yang sama juga diungkapkan KH Abd Wachid Harun. Menyikapi maraknya hiburan malam, Ketua III MUI Sidoarjo ini melakukan klarifikasi ke Dinas Perijinan Pemkab Sidoarjo. “Jawaban dari Dinas Perijinan, bahwa tempat karaoke yang ada di Sidoarjo kebanyakan ilegal dan tidak punya Ijin dari dinas terkait,” katanya.

Pernyataan tegas dari Dinas Perijinan ini bertolak belakang dengan pernyataan Satpol PP yang terkesan menutup-nutupi apa yang ada di dalam rumah karaoke. “ Kami bersama anggota MUI pernah menanyakan ke Satpol PP terkait karaoke yang menjual miras dan menyediakan wanita penghibur. Petugas Pol PP bilang, rumah karaoke tidak ada yang berjualan miras atau menyediakan wanita penghibur,” katanya.

Padahal apa yang ditanyakan MUI itu berdasar hasil investigasi yang membuktikan di rumah karaoke banyak wanita penghibur dan berjajar minuman keras. “Jawaban ini mengindikasikan jika ada anggota Pol PP yang ikut bermain dibelakang tempat hiburan malam yang semakin menjamur belakangan ini,” jelas Wachid.(hir)

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional